Seperti apa hasilnya? Ini contohnya.
Bukan sekadar mengisi form — kualitas klinisnya dijaga. Tiga contoh nyata output CasiLog AI, dari catatan mentah sampai siap kirim.
Singkat
Bukan sekadar mengisi form — kualitas klinisnya dijaga.
Anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik head-to-toe, diagnosis sesuai redaksi ICD-10, sampai terapi definitif dan simtomatik. Ini contoh nyata output CasiLog AI.
Contoh di bawah bersifat sintetis dan telah dianonimkan.
Pneumonia + Hipertensi + DM tipe 2
Kasus komorbid dengan penunjang wajib & terapi definitif + simtomatik.
Tn. 58th, sesak napas 3 hari makin berat, batuk berdahak kuning, demam tinggi. Riwayat HT 5 th, DM 4 th tidak terkontrol. Perokok. TD 150/90, N 104, RR 28, S 38.6, SpO2 93% room air. Ronkhi basal dextra, wheezing (-). Dx: CAP + HT + DM tipe 2. Tx: O2 NK 3 lpm, Ceftriaxone 2x1g IV, Azithromycin 1x500mg, Paracetamol 3x500mg, Amlodipine 1x10mg, Metformin 2x500mg. Cek darah + Rontgen thorax.
Nama pasien
Tn. XX/58th
Jenis kelamin
Laki-laki
Sumber data
Rawat Inap
Kategori pasien
Dewasa
BB / TB
68 kg / 165 cm
Tanggal pelayanan
08/07/2026
Anamnesis
Keluhan Utama
Sesak napas sejak 3 hari
RPS
Pasien datang dengan sesak napas sejak 3 hari yang lalu, memberat, terutama saat beraktivitas dan berbaring, disertai batuk berdahak warna kuning kehijauan, demam tinggi menggigil, serta nyeri dada saat menarik napas. Onset mendadak, lokasi dada, durasi 3 hari, karakter sesak dan berat, pencetus aktivitas, tidak membaik dengan istirahat, gejala penyerta batuk produktif dan demam, impact mengganggu tidur dan aktivitas. Nyeri dada menjalar, keringat malam, dan penurunan berat badan drastis disangkal.
RPD
Hipertensi sejak 5 tahun Diabetes melitus tipe 2 sejak 4 tahun, kontrol tidak teratur Riwayat alergi obat disangkal
RPK
Riwayat penyakit keluarga disangkal
RPO
Amlodipine 10 mg 1x1 (tidak rutin), Metformin 500 mg 2x1 (tidak rutin)
Pemeriksaan Fisik
Tanda vital & antropometri
KU: Tampak sakit sedang Kes: Compos Mentis, GCS E4V5M6 TD: 150/90 mmHg N: 104 x/m R: 28 x/m S: 38,6 °C SpO2: 93 % room air BB: 68 kg TB: 165 cm VAS: 3/10
Head-to-toe
Kepala: normocephal Mata: ca (-/-), si (-/-) Hidung: pch (-) Mulut: sianosis (-) Leher: JVP tidak meningkat, tidak teraba pembesaran KGB Thorax: expansi simetris, retraksi interkostal (-/-) Pulmo: VBS +/+, ronkhi basal dextra (+), wheezing (-/-) Cor: S1 S2 reg, murmur (-), gallop (-) Abdomen: datar, BU (+), supel, nyeri tekan (-), ballotement ginjal (-/-), nyeri ketok CVA (-/-) Ekstremitas: akral hangat, CRT < 2 s, pitting edema (-/-)
Pemeriksaan Penunjang
Darah Rutin (08/07/2026)
Hemoglobin 12,8 g/dL · Leukosit 15.200 /µL (H) · Hematokrit 39 % · Trombosit 250.000 /µL
GDS (08/07/2026)
186 mg/dL (H)
Rontgen Thorax PA (08/07/2026)
Tampak infiltrat pada lobus inferior dextra; kardiomegali (CTR 0,55)
EKG (08/07/2026)
Sinus takikardia, HR 104 x/m, tanpa kelainan segmen ST-T
Diagnosis (redaksi ICD-10, tanpa kode)
Diagnosis utama
Pneumonia, unspecified organism Essential (primary) hypertension Non-insulin-dependent diabetes mellitus without complications
Diagnosis banding
Pulmonary tuberculosis
Tatalaksana
Farmakoterapi
R/ Ceftriaxone 1 g inj No. X, Sig. 2 dd 1 (IV) R/ Azithromycin 500 mg tab No. III, Sig. 1 dd tab I (pc) R/ Paracetamol 500 mg tab No. X, Sig. 3 dd tab I (prn) R/ Amlodipine 10 mg tab No. X, Sig. 1 dd tab I R/ Metformin 500 mg tab No. X, Sig. 2 dd tab I (pc)
Non-farmakoterapi
Tirah baring dan istirahat total Terapi oksigen nasal kanul 3 lpm Edukasi berhenti merokok Diet diabetes melitus rendah gula Monitoring balans cairan
Monitoring & evaluasi
Monitoring tanda vital tiap 6 jam dan SpO2 Evaluasi perbaikan sesak dan batuk Cek ulang leukosit, GDS, dan Rontgen thorax Pantau red flag: penurunan SpO2, penurunan kesadaran Kontrol poliklinik setelah perawatan
Catatan
-
Status rujuk
Tidak
Common cold + Dyspepsia
Dua diagnosis ringan sekaligus, redaksi ICD-10 presisi, terapi simtomatik.
Ny. 27th, pilek dan batuk 2 hari, demam ringan, tenggorokan gatal. Nyeri ulu hati, mual, makan telat. TD 110/70, N 88, S 37.8. Dx: common cold + dyspepsia. Tx: Paracetamol 3x500, Ambroxol 3x1, Omeprazole 2x20mg, Antasida 3x1.
Nama pasien
Ny. XX/27th
Jenis kelamin
Perempuan
Sumber data
Rawat Jalan
Kategori pasien
Dewasa
Tanggal pelayanan
08/07/2026
Anamnesis
Keluhan Utama
Pilek dan batuk sejak 2 hari
RPS
Pasien datang dengan pilek dan batuk sejak 2 hari yang lalu, disertai demam ringan, tenggorokan gatal, dan nyeri ulu hati. Onset perlahan, lokasi saluran napas atas dan perut bagian atas, durasi 2 hari, karakter cair dan berulang, pencetus makanan telat dan perubahan cuaca, gejala penyerta mual, impact mengganggu kenyamanan namun masih bisa beraktivitas. Sesak napas, nyeri dada, dan BAB berdarah disangkal.
RPD
Riwayat alergi obat disangkal Riwayat sakit maag berulang (+)
RPK
Riwayat penyakit keluarga disangkal
RPO
Tidak ada obat yang rutin dikonsumsi
Pemeriksaan Fisik
Tanda vital & antropometri
KU: Tampak sakit ringan Kes: Compos Mentis, GCS E4V5M6 TD: 110/70 mmHg N: 88 x/m R: 18 x/m S: 37,8 °C SpO2: 99 % room air VAS: -/10
Head-to-toe
Kepala: normocephal Mata: ca (-/-), si (-/-) Hidung: pch (-), sekret serosa (+) Mulut: faring hiperemis (+), sianosis (-) Leher: JVP tidak meningkat, tidak teraba pembesaran KGB Thorax: expansi simetris, retraksi interkostal (-/-) Pulmo: VBS +/+, ronkhi (-/-), wheezing (-/-) Cor: S1 S2 reg, murmur (-), gallop (-) Abdomen: datar, BU (+), supel, nyeri tekan epigastrium (+), ballotement ginjal (-/-), nyeri ketok CVA (-/-) Ekstremitas: akral hangat, CRT < 2 s, pitting edema (-/-)
Pemeriksaan Penunjang
Catatan
Tidak di lakukan pemeriksaan penunjang
Diagnosis (redaksi ICD-10, tanpa kode)
Diagnosis utama
Acute nasopharyngitis [common cold] Dyspepsia
Diagnosis banding
Acute pharyngitis
Tatalaksana
Farmakoterapi
R/ Paracetamol 500 mg tab No. X, Sig. 3 dd tab I (prn) R/ Ambroxol 30 mg tab No. X, Sig. 3 dd tab I (pc) R/ Omeprazole 20 mg cap No. X, Sig. 2 dd cap I (ac) R/ Antasida DOEN tab No. X, Sig. 3 dd tab I (pc)
Non-farmakoterapi
Istirahat cukup dan perbanyak minum air Hindari makanan pedas, asam, dan kopi Edukasi etika batuk dan cuci tangan Makan teratur
Monitoring & evaluasi
Evaluasi perbaikan gejala dalam 3 hari Pantau red flag: demam tinggi menetap, sesak Kontrol bila keluhan tidak membaik Edukasi tanda bahaya
Status rujuk
Tidak
Penyuluhan TB & Etika Batuk bagi Kader
Narasi laporan UKM per kolom, identitas sasaran dianonimkan.
Penyuluhan TB dan etika batuk di Puskesmas. Peserta: 20 kader Posyandu. Materi: cara penularan TB, etika batuk, pentingnya skrining. Metode: ceramah + demonstrasi.
Jenis kegiatan
Promkes · Penyuluhan
Judul
Penyuluhan Pencegahan Penularan Tuberkulosis dan Etika Batuk
Tanggal pelayanan
08/07/2026
Tema penyuluhan
P2P
Sasaran
Kader
Identitas
Kader Posyandu X
Peserta hadir
20 orang
Latar Belakang
Narasi
Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah kerja Puskesmas. Penularan terjadi melalui droplet udara saat penderita batuk atau bersin, sehingga perilaku etika batuk dan kebersihan diri berperan penting dalam menekan angka penularan. Kader Posyandu merupakan mitra terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Peningkatan pengetahuan kader mengenai penularan TB dan etika batuk diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi di lingkungan masing-masing. Kegiatan penyuluhan ini disusun sebagai upaya promotif dan preventif, sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung penemuan kasus dan skrining dini.
Gambaran Pelaksanaan
Narasi
Kegiatan dilaksanakan di aula Puskesmas dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penyuluh menyampaikan materi mengenai cara penularan tuberkulosis, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah skrining dini bagi kontak erat. Peserta diajak melakukan praktik etika batuk dan penggunaan masker yang benar. Sesi tanya jawab dibuka untuk menjawab keraguan peserta terkait stigma dan kepatuhan pengobatan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif, dengan peserta mengikuti setiap sesi secara aktif.
Hasil Pelaksanaan
Narasi
Penyuluhan diikuti oleh seluruh kader yang hadir dan berjalan lancar. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi pada sesi demonstrasi dan tanya jawab. Peserta memahami cara penularan TB serta mampu mempraktikkan etika batuk dan penggunaan masker dengan benar. Diharapkan kader dapat meneruskan informasi ini kepada masyarakat di lingkungannya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendukung penemuan kasus TB secara aktif dan pengurangan stigma di masyarakat.
Sudah lihat kualitasnya. Sisanya tinggal pilih paket.
Starter 120 kredit atau Standard 300 kredit — kamu tetap yang verifikasi & submit.
Beli Lisensi — Rp249.000